BeritaKesehatanMakaleNasionalSuara RakyatTana Toraja

Akses Jalan Tertutup Longsor, Ibu Hamil di Simbuang Tana Toraja Melahirkan di Hutan

×

Akses Jalan Tertutup Longsor, Ibu Hamil di Simbuang Tana Toraja Melahirkan di Hutan

Sebarkan artikel ini

Tenaga kesehatan Puskesmas Lekke di Simbuang Tana Toraja membantu ibu hamil melahirkan di jalan. (Ist)

Ramapos.com, Tana Toraja – Ibu hamil (Bumil) di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel), melahirkan di tengah hutan karena dihadang longsor saat menuju rumah sakit untuk bersalin. Kondisi haru bertambah lantaran bayi yang baru lahir meninggal dunia.

Peristiwa memilukan itu terjadi di daerah terpencil Toraja yang sudah puluhan tahun tidak tersentuh pembangunan, yakni Lembang (desa) Puangbembe, Sabtu 11 Mei 2024.

Menurut warga setempat, Daniel Maraya, fasilitas kesehatan di desa tersebut tidak memadai sehingga korban dirujuk ke rumah sakit ibu kota Kabupaten Tana Toraja, yakni Makale.

“Ibu ini awalnya ke Puskesmas Lekke’. Namun keadaan di puskesmas tidak memungkinkan untuk bersalin karena peralatannya belum memadai sehingga petugas merujuknya ke RS yang ada di Kota Makale,” kata Daniel kepada Ramapos, Minggu pagi.

Nanun, jalan menuju Kota Makale tertutup longsor sejak bulan lalu dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Sehingga, pasien dibawa menggunakan motor.

“Jalan dari tempat kami (Simbuang) ke Kota Makale memang sudah satu bulan tertutup longsor tapi belum ditangani. Sehingga, ibu Lia yang hamil ini dibawa pakai motor dengan harapan dijemput ambulans setelah melewati longsor,” jelasnya.

Di tengah perjalanan, korban tidak kuat ingin segera melahirkan. Petugas yang mendampingi pun melakukan tindakan untuk membantu proses bersalin dengan peralatan seadanya.

“Di tengah jalan menuju ke kota, ibu ini tidak kuat mau melahirkan jadi dipinggirkan kendaraannya. Dengan bantuan tenaga kesehatan dari puskesmas Lekke’ yang mendampingi beliau akhirnya dapat melahirkan buah hatinya meskipun persalinan itu di pinggir jalan. Sayangnya, anaknya tidak dapat tertolong,” ujarnya.

Seusai melahirkan, si ibu dibawa kembali ke Puskesmas Lekke untuk mendapatkan perawatan medis.

Menyikapi longsor yang memutus akses jalan yang merupakan jalan penunjang perekonomian waega, Daniel berharap pemerintah provinsi (Pemprov) dan Pemda melakukan tindakan.

“Kami meminta kepada Pemda Tana Toraja dan Pemprov Sulsel agar membuka mata melihat persoalan di Simbuang-Mappak dikepung longsor. Warga terisolir tapi masih enggan mengerahkan bantuan,” pungkasnya.