Hukum dan KriminalMakaleNasionalSuara RakyatTana Toraja

Aktivis Sorot Judi Sabung Ayam Marak di Tator: Lecehkan Bulan Suci Ramadhan

×

Aktivis Sorot Judi Sabung Ayam Marak di Tator: Lecehkan Bulan Suci Ramadhan

Sebarkan artikel ini

Ketua LPRI Tana Toraja, Rasyid Mappadang.

Ramapos.com – Aktivis Lembaga Pilar Rakyat Indonesia (LPRI) menyesalkan judi sabung ayam marak di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) saat ibadah puasa tengah berlangsung.

Ketua LPRI Rasyid Mappadang menuturkan, perbuatan melanggar hukum itu sangat mencederai bulan suci Ramadhan, tidak menghargai ibadah keyakinan umat minoritas, dan tidak mencerminkan toleransi umat beragama di Bumi Lakipadada julukan Tana Toraja.

Meski begitu kata Rasyid, judi sabung ayam seakan tak tersentuh hukum. Seperti baru-baru ini digelar di wilayah Sangalla’ dan Bonggakaradeng selama beberapa hari namun seolah luput dari perhatian aparat penegak hukum (APH) dan pemerintah setempat.

“Ini tidak bisa dibiarkan, saudara kita yang beragam muslim kan sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Jangan mentang-mentang minoritas terus tidak kita hargai, jangan,” kata Rasyid kepada Ramapos di Makale, Rabu 13 Maret 2024.

“Aparat penegak hukum dan pemerintah setempat seharusnya bisa menjadi contoh bagi masyarakat, melarang segala perbuatan yang bisa mengganggu pelaksanaan ibadah puasa. Ini kan moment sakral saudara kita umat Islam,” jelasnya.

Rasyid meminta Kepolisian serta pihak berwenang lainnya tidak menutup mata atas persoalan ini. Pria yang akrab disapa anak bangsa itu berharap, aparat yang betugas di desa betul-betul menjalankan tujuan pokok dan fungsi (Tupoksi) selaku abdi negara.

Apalagi, penyakit masyarakat yakni perjudian menjadi atensi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Tidak ada alasan jajaran Polres dan Polsek tidak memberantas praktek perjudian.

“Ya kita mendesak aparat penegak hukum dalam hal ini Polres Tana Toraja tidak menutup mata dalam memberantas penyakit sosial judi sabung ayam, judi adu kerbau dan segala bentuk judi,” pungkasnya.

“Ini kan atensi Kapolri, jajaran Polri di Kabupaten/Kota harus tunduk pada atasan apalagi memang tujuannya mulia. Utamanya saat ini sangat mencederai bulan suci Ramadhan,” jelasnya.

Dia juga mengimbau masyarakat turut mengawasi dan melaporkan jika mendapati praktek judi di sekitar. Pun, mengimbau masyarakat tidak terlibat perbuatan yang bisa berujung pidana.