Hukum dan Kriminal

Bidang Rohani Pemuda Pancasila Sesalkan Judi Sabung Ayam Marak di Tator: Miris, Ciderai Ibadah Natal 

×

Bidang Rohani Pemuda Pancasila Sesalkan Judi Sabung Ayam Marak di Tator: Miris, Ciderai Ibadah Natal 

Sebarkan artikel ini

Ramapos.com, Makale – Praktek judi sabung ayam yang kian marak di Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) menuai sorotan Ketua Bidang Kerohanian Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Tator, Samuel Tempaya.

Samuel Tempaya yang juga Pendeta asal Sangalla menyebut maraknya judi sabung ayam menodai keluhuran ibadah Natal di Tana Toraja yang mayoritas beragama Kristen.

“Maraknya judi sabung ayam sangat mencederai ibadah Natal, ibadah orang kristen jadi rusak dan pasti menghadirkan kutukan dari yang Maha Kuasa,” kata samuel kepada Ramapos, Senin 18 Desember 2023, malam.

Dia menyesalkan perbuatan melanggar hukum itu yang kini dilakukan secara terang-terangan di lingkungan nasyarakat bahkan kadang digelar berdekatan dengan rumah ibadah.

Pendeta itu juga menyayangkan aparat Kepolisian yang seolah tak berdaya menertibkan para pelaku. Seperti yang baru-baru ini berlangsung di Tarongko, Kecamatan Makale.

“Miris, katanya dapat izin dari Kepolisian satu minggu atau satu bulan tergantung berapa bayarannya. Hal seperti ini jangan dibiarkan karena sangat menciderai ibadah Natal kita,” ujarnya.

Ia menjelaskan sering mendapati praktek judi sabung ayam di upacara adat Rambu Solo (upacara kematian). Pasalnya penyelenggara berani menyogok Polisi untuk alasan keamanan.

Selain pelanggaran hukum kata dia, judi sabung ayam adalah penyimpangan budaya yang disinyalir menjadi komoditi bisnis berbagai pihak mulai dari pihak Kepolisian maupun masyarakat luas.

“Pertanyaan mendasar adalah mengapa Pemerintah tidak membuatkan sistem pembasmian dengan regulasi yang kuat, karena lembaga religius sudah melakukan tugas Kenabiannya, tugas pastoralnya serta tugas konselingnya,” kata Samuel.

“Namun pemerintah dan aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian tidak mampu menyadarkan masyarakat, justru berteman dan menerima suap dari bandar judi,” kesalnya.

“Semoga hal seperti ini bisa segera dibenahi oleh Kepolisian sebagai Aparat Penegak Hukum,” pungkasnya.