BeritaNasionalSosokSuara RakyatTana Toraja

Dicueki Pemerintah, Gereja Katolik Buka Akses Jalan ke Sulbar Bantu Warga Terisolir Simbuang Mappak

×

Dicueki Pemerintah, Gereja Katolik Buka Akses Jalan ke Sulbar Bantu Warga Terisolir Simbuang Mappak

Sebarkan artikel ini

Dicueki Pemda Tator, Gereja Katolik Buka Akses Jalan ke Sulbar Bantu Warga Terisolir di Simbuang-Mappak

Ramapos.com, Tana Toraja –¬†Gereja Katolik Paroki Kondodewata membuka akses jalan penghubung Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).

Pastor Gereja Katolik Paroki Maria Bunda Allah Kondodewata menuturkan, pembangunan jalan lintas provinsi itu merupakan keprihatinan pihak gereja terhadap warga Simbuang-Mappak yang terisolir namun luput perhatian pemerintah daerah (Pemda) Tana Toraja.

“Pemerintah tidak ada sama sekali ambil andil dalam pembangunan jalan ini, baik pemerintah daerah maupun provinsi,” ujarnya kepada Ramapos, Rabu 24 April 2024.

“Pembukaan akses jalan ini akan menyambung jalan poros provinsi Sulawesi Selatan yang ada di Tokeran, Lembang Sangpeparikan, Kecamatan Mappak, Tana Toraja,” jelasnya.

Perintisan jalan pemnghubung Simbuang-Mappak Tana Toraja, Sulawesi Selatan dengan Mamasa, Sulawesi Barat.

Dia mengungkap, pekerjaan sebelumnya diawali perintisan atau pembukaan jalan. Dalam waktu dekat akan dilanjutkan pengerasan batu cadas dan rabat beton.

“Jalanan akan dikeraskan nanti dengan batu cadas dan beberapa tempat ekstrim akan dicor,” ujarnya.

Marsel mengungkapkan, beberapa desa di Simbuang-Mappak hingga saat ini belum terjangkau alat transportasi roda empat alias mobil akibat tidak tersentuh pembangunan infrastruktur.

Sehingga, warga yang sakit terpaksa ditandu dengan berjalan kaki hingga puluhan kilometer menuju rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Pihak Gereja Paroki Kondodewata pun berinisiatif membuka akses jalan untuk membantu ribuan warga terisolir di pelosok Tana Toraja itu.

“Pembukaan jalan ini karena kepedulian kami kepada pada penderitaan masyarakat di lembang terisolir. Mereka susah mendapatkan akses kesehatan terutama dalam kasus darurat, orang sakit yang harusnya dibawa ambulance terpaksa diangkut pakai bambu karena tidak ada jalan yang bisa diakses oleh kendaraan roda empat,” bebernya.

Marsel menambahkan, tidak adanya akses jalan semakin menyulitkan penduduk setempat yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Mereka tidak dapat memasarkan hasil pertanian.

Perintisan jalan pemnghubung Simbuang-Mappak Tana Toraja, Sulawesi Selatan dengan Mamasa, Sulawesi Barat.
Perintisan jalan pemnghubung Simbuang-Mappak Tana Toraja, Sulawesi Selatan dengan Mamasa, Sulawesi Barat.

Kendati demikian, warga kerap ditipu para tengkulak atau pedagang nakal yang datang di desa. Mau tidak mau, warga terpaksa menjual murah hasil panen demi menyambung hidup.

“Tidak adanya transportasi masuk dan keluar desa, masyarakat sulit memasarkan hasil-hasil produksi pertaniannya. Akhirnya banyak tertipu oleh tengkulak,” ujarnya.

“Kemudian bahan-bahan material bangunan (besi, semen, batu bata, dan lain-lain) terpaksa diangkut paksa dengan motor jika ingin membangun gedung permanen di lembang ini,” jelasnya.