BeritaMakaleNasionalTana Toraja

Dewan Bakal Naikkan Retribusi Penyadap Getah Pinus di Tator Jadi Lima Persen

×

Dewan Bakal Naikkan Retribusi Penyadap Getah Pinus di Tator Jadi Lima Persen

Sebarkan artikel ini

Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi tiga DPRD Tana Toraja bersama PT KHBL, PT Inhutani, Dinas Lingkungan Hidup dan KPH Saddang.

Ramapos.com, Tana Toraja – Komisi tiga DPRD Kabupaten Tana Toraja merekomendasikan retribusi penyadap getah pinus di Tator dinaikan menjadi lima persen (5%). Rekomendasi ini akan disampaikan ke Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam waktu dekat.

Hal tersebut dikatakan Kristian HP Lambe seusai rapat dengar pendapat (RDP) bersama management PT KHBL dan PT Inhutani dengan menghadirkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan KPH Saddang, Selasa 28 Mei 2024.

Politisi Demokrat itu mengkungkap, retribusi penyadapan getah pinus saat ini hanya sebesar 2.5 persen ke pemerintah daerah. Sementara, 5 persen disetor ke Pemprov Sulsel.

“Disepakati dalam kerjasama perusahaan dengan KPH, pembagian hasilnya 2.5 ke Pemda, 3.5 ke lembang, 3.5 KPH dan 5 persen ke Pemprov. Masyarakat merasa itu tidak adil karena menimbulkan kerusakan hutan dengan hadirnya perusahaan disitu,” kata Kris kepada Ramapos, Selasa Sore.

Ketua Bapemperda DPRD Tana Toraja itu menyebut pembagian hasil merugikan pihak pemda dan masyarakat Tana Toraja. Sebab, kerusakan alam berdampak bagi warga pribumi sementara pendapatan sebagian besar disetor ke Pemprov.

“Jadi masyarakat mengadu ke DPR persoalan perusahaan mengambil sumber daya alam tapi tidak ada pengembalian ke masyarakat. Padahal dampak kerusakan lingkungan seperti longsor dan pencemaran mata air, masyarakat lokal yang rasakan,” katanya.

“Karena hal itu DPRD memanggil OPD dan pihak terkait, dinas lingkungan hidup, PTSP dan pendapatan,” jelasnya.

Pantauan Ramapos, RDP Komisi tiga DPRD Tana Toraja menghadirkan pimpinan OPD terkait.