BeritaSuara RakyatTana Toraja

Emak-emak di Ratte Toraja Gercep Evakuasi Material Longsor yang Tutup Badan Jalan

×

Emak-emak di Ratte Toraja Gercep Evakuasi Material Longsor yang Tutup Badan Jalan

Sebarkan artikel ini

Ibu-ibu warga Dusun Ratte Lembang Leppan, Kabupaten Tana Toraja, berjibaku evakuasi material longsor yang menutup badan jalan.

Ramapos.com – Tingginya intensitas hujan beberapa pekan terakhir menyebabkan berbagai bencana di sejumlah wilayah kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Seperti banjir, pohon tumbang, batu lepas di tebing dan menerjang pemukiman, hingga bencana tanah longsor yang memutus akses jalan karena material menutup badan jalan. Pun badan jalan amblas terbawa air karena minim drainase.

Salah satu daerah terdampak bencana longsor yang cukup menyulitkan warga ialah di Dusun Ratte, Lembang Leppan, Kecamatan Malimbong Balepe, Kamis 7 Maret 2024.

Pantauan di lokasi, jalan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua. Padahal jalan tersebut akses utama warga beberapa desa yang juga dilalui pelajar berangkat dan pulang sekolah.

Menyikapi hal itu, emak-emak di dusun Ratte gerak cepat (Gercep) mengevakuasi material longsor. Mereka berjibaku menggunakan peralatan seadanya.

Ada yang mendorong gerobak dan menyekop. Ada juga yang memindahkan material dengan menggunakan karung bahkan tangan kosong.

“Ini kan untuk kebaikan kita bersama. Apalagi anak-anak kita yang sekolah lewat jalan ini. Jadi tanggung jawab kita semua sebagai warga untuk memperbaiki,” kata Mama Arlen kepada Ramapos di lokasi, Jumat 8 Maret 2024.

Emak emak turun tangan evakuasi material longsor di Dusun Ratte Lembang Leppan, Tana Toraja.
Emak emak turun tangan evakuasi material longsor di Dusun Ratte Lembang Leppan, Tana Toraja.

Sementara Kepala Dusun Ratte, Petrus Tangke Silele menuturkan, budaya gotong royong masih tetap dilestarikan masyarakat. Sebab bagi mereka, berat sama dipikul ringan sama dijinjing bukan sekedar semboyan.

“Iya, memang masyarakat selalu gotong-royong melaksanakan jumat bersih atau ada kegiatan lain di desa. Tetapi kalau kami di Dusun Ratte tidak dinamakan jumat bersih tetapi hari bersih,” ujarnya.

Petrus berharap, masyarakat Toraja senantiasa menjaga budaya gotong royong.

“Budaya gotong royong ini harus tetap digalakkan, karena dengan gotong royong, satu pekerjaan lebih mudah terselesaikan,” ujarnya.