BeritaMakaleNasionalSuara RakyatTana Toraja

Empat Pemuda Toraja Keliling Kota Makale Teriakan Hak-hak Guru dan Nakes Peringati Hari Buruh

×

Empat Pemuda Toraja Keliling Kota Makale Teriakan Hak-hak Guru dan Nakes Peringati Hari Buruh

Sebarkan artikel ini

Pemuda dan buruh di Tana Toraja keliling Kota Makale aksi unjuk rasa peringati hari buruh internasional

Ramapos.com, Tana Toraja – Warga Indonesia menggelar aksi unjuk rasa memperjuangkan hak-hak buruh di sejumlah daerah dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional yang diperingati pada 1 Mei setiap tahunnya.

Tak terkecuali, pemuda, mahasiswa dan buruh di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang turun melakukan aksi jalanan memperingati may day. 

Uniknya, aksi di Tana Toraja ini hanya dilakukan empat pemuda dari kalangan mahasiswa dan buruh. Mereka keliling Kota Makale menggunakan pengeras suara (toa) meneriakan kesejahteraan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan (Nakes).

Aksi mereka dikawal puluhan personel dari Polres Tana Toraja dan Polsek Makale.

“Sangat disayangkan masih banyak guru dan tenaga kesehatan yang berperan penting dalam memajukan SDM dan pembangunan daerah di Tana Toraja ini justru diberi upah yang jauh di bawah standar,” kata Jenderal Lapangan (Jendlap), Ricdwan Abbas Bandaso.

Jenderal lapangan peringatan hati buruh di Tana Toraja, Ricdwan Abbas Bandaso

“Perawat dan bidan di rumah sakit rawan terpapar penyakit. Saat kembali ke rumah, mereka mengurus dan bersentuhan dengan keluarga mereka lagi sehingga rawan menularkan penyakit, tapi kesejahteraan mereka belum benar-benar terjamin,” jelasnya.

“Kami meminta kepada pemerintah sekiranya bijak melihat persoalan ini dan memperhatikan kesejahteraan guru dan tenaga kesehatan agar mereka fokus dalam pelayanannya bukan fokus memikirkan ekonomi mereka,” pungkas Bung Ricdwan sapaan akrabnya.

Koordinator aksi, Nartolius Kombongkila juga menekankan kesejahteraan guru di Kabupaten Tana Toraja utamanya yang mengabdi di daerah pelosok.

Kata dia, upah yang diterima tidak sepadan dengan kebutuhan hidup para guru. Bahkan, untuk keperluan sehari-hari masih jauh dari kata cukup.

“Di beberapa desa di Kabupaten Tana Toraja masih ada sebagian besar guru yang menjerit karena terkendala ekonomi. Upah yang mereka terima sebagai pendidik di sekilah tidak sepadan dengan pelayanan mereka mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.

Aksi jalanan empat pemuda di Tana Toraja peringati hari buruh dikawal petugas Kepolisian

“Guru dan tenaga kesehatan adalah garda terdepan memajukan daerah ini. Tanpa mereka, kesehatan dan pengetahuan tidak akan kita nikmati. Mirisnya, guru yang diberi upah sangat jauh dari cukup dan gajinya kadang dirapel untuk bulan depan,” pungkasnya.

“Maka di hari buruh ini kami meminta kepada pemerintah dan pihak-pihak terkait agar memperhatikan kesejahteraan mereka dan menaikan upah mereka,” jelas Nartolius

Diketahui, ada lima point yang menjadi tuntutan mereka dalam aksi ini, yakni:

  1. Menaikan upah tenaga kesehatan dan tenaga pendidik di Kabupaten Tana Toraja yang masih jauh di bawah upah minimum.
  2. Memberikan kepastian pekerjaan dan membuka lapangan kerja.
  3. Meminta pemerintah menaikan perlindungan keselamatan warga Toraja yang bekerja di luar Toraja.
  4. Mencabut ijin usaha CV dan PT yang tidak memberikan jaminan BPJS Ketenagakerjaan kepada karyawan sebagaimana diatur UU Ketenagakerjaan.
  5. Meminta pemerintah mencabut ijin CV dan PT di Tana Toraja yang tidak menerapkan K3.