Hukum dan Kriminal

Jemaat Gereja Toraja Nyaris Demo, Ngaku Resah Marak Judi Sabung Ayam Jelang Natal

×

Jemaat Gereja Toraja Nyaris Demo, Ngaku Resah Marak Judi Sabung Ayam Jelang Natal

Sebarkan artikel ini

Ramapos.com, Makale – Jemaat Gereja Toraja mengaku diresahkan maraknya judi sabung ayam di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) jelang puncak perayaan Natal. Mereka bahkan sempat ingin melakukan aksi demonstrasi.

Hal itu diungkapkan Ketua Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja, (Getor) wilayah 3, Pendeta Azer Naning kepada Ramapos, Selasa 19 Desember 2023.

“Semakin tidak ada pihak keamanan dan tidak ada kerpercayaan gereja kepada penegak hukum untuk bertindak, sudah banyak juga yang mulai menjalin diskusi untuk demo apa segala tapi saya katakan jangan dulu, itu bukan solusi,” kata Pendeta Azer, Selasa malam.

Menurut Azer, hal tersebut imbas seruan pihak gereja yang tidak diindahkan aparat penegak hukum secara khusus Kepolisian untuk membasmi penyakit sosial judi sabung ayam.

Padahal kata Pendeta Azer, penegak hukum seharusnya berperan utama menertibkan para melanggar hukum.

“Kami sudah sampaikan seruan-seruan kami, yah mungkin didengar tapi soal mendikte atau memaksa pihak Kepolisian mungkin Gereja tidak bisa seperti itu. Apalagi momen Natal seperti ini dan marak praktek judi tentu menjadi perenungan tersendiri bagi Gereja,” ungkapnya.

Ditanya soal isu setoran oknum penyelenggara judi ke Polisi untuk mendapatkan ijin dan keamanan, Pendeta Azer menyebut hal tersebut pelanggaran fatal yang akan menghancurkan Toraja.

“Kalau itu terjadi berarti ada oknum aparat yang mau menghancurkan Toraja ini, sehingga hal tersebut perlu diwaspadai oleh semua pihak. Karena pemikiran saya tidak mungkin ada izinnya yang begitu karena itu pelanggaran Undang-undang,” pungkasnya.

Dia berharap, aparat Kepolisian bersinergi dengan semua pihak dan betul-betul menjalankan tugas pokok dan fungsinya seuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami berharap Polres Tana Toraja mengambil tindakan tegas serta mengawal jika ada Rambu Solo’ (Upacara adat kematian suku Toraja) supaya tidak ada kegiatan-kegiatan diluar surat izin. Jangan ada judi sabung ayam di pesta budaya, itu tidak boleh,” pungkasnya.