BeritaHukum dan KriminalNasionalSosokSuara RakyatTana Toraja

Mahasiswa Katolik Dibubarkan Saat Ibadah, PMKRI Toraja Minta Hukum Ditegakkan

×

Mahasiswa Katolik Dibubarkan Saat Ibadah, PMKRI Toraja Minta Hukum Ditegakkan

Sebarkan artikel ini

Presidium Gerak Kemasyarakatan PMKRI Cabang Toraja periode, Albert Punaga

Ramapos.com, Tana Toraja – Video yang memperlihatkan sejumlah warga menggeruduk mahasiswa Katolik Universitas Pamulang (Unpam) saat beribadah viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di kawasan Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu 5 Mei 2024.

Peristiwa itu mendapat kritik berbagai pihak. Salah satunya Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Toraja Sanctus Paulus.

PMKRI menilai, perbuatan tersebut tindakan intoleran, radikal dan kekerasan ekstrim yang merampas hak asasi manusia (HAM) serta melanggar Pasal 28G ayat (1) UUD 1945.

Dalam pasal itu ditegaskan, setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan.

Presidium Gerak Kemasyarakatan PMKRI Cabang Toraja periode, Albert Punaga mengaku geram dengan tindakan yang dapat menghancurkan keutuhan bangsa itu dan meminta pihak terkait menegakan hukum yang berlaku.

Dia menegaskan, hak atas rasa aman adalah hak konstitusional setiap warga negara yang harus dipenuhi oleh negara. Pun dengan hak atas kebebasan berkeyakinan dan beragama yang dijamin dalam Pasal 22 Undang-Undang Nomor 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia.

“Di daerah kami Toraja, merupakan salah satu daerah yang terkenal di Sulawesi Selatan dengan kerukunan sosial warganya yang sangat baik dan menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama. Sehingga ketika mendengar praktik-praktik intoleran di daerah lain membuat kami geram,” kata Albert kepada Ramapos, Selasa 7 Mei 2024 malam.

Senada itu, Ketua Presidium PMKRI Toraja, Demianus menyampaikan bahwa, sudah seharusnya hukum sebagai landasan negara dijadikan pedoman bagi setiap warga negara Indonesia.

“Kita menganut empat pilar kebangsaan Indonesia yang selalu digaungkan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, yang merupakan landasan yang kokoh dalam menjaga persatuan, kesatuan, dan keberagaman bangsa Indonesia. Keempat pilar ini harus dihayati dan diamalkan oleh seluruh masyarakat Indonesia agar negara ini tetap kokoh dan berjaya,” ujarnya.

Dengan demikian kata Demianus, penerapan hukum sebagai panglima tertinggi akan memberikan rasa aman, nyaman dan harmonis.

“Dengan memegang teguh nilai-nilai kebangsaan ini, Indonesia dapat terus maju dan berkembang sebagai negara yang adil, Bermartabat, damai. Oleh karenanya, kita berharap di Indonesia bisa tercipta kenyamanan dan kedamaian serta sikap toleransi yang tinggi tanpa memandang golongan,” pungkasnya.

Berikut pernyataan lengkap PMKRI Cabang Toraja, menyikapi peristiwa yang dialami Mahasiswa Katolik Universitas Pamulang (Unpam):

1. Mendesak Kapolda Metro Jaya untuk mengusut tuntas kasus pembubaran sekelompok mahasiswa katolik yang sedang beribadah.

2. Mendesak Kapolda Metro Jaya, agar kasus tersebut di proses secara adil dan sesuai dengan konstitusi yang ada.

3.Mendesak Kapolri untuk menciptakan Rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga negara kesatuan Republik Indonesia dalam melaksanakan ibadah.

4. Mendesak Pemerintah untuk selalu proaktif dalam mengatasi isu-isu intoleran. Bukan sekedar reaktif.

5. Meminta seluruh warga Negara Republik Indonesia untuk selalu menjaga dan mengedepankan toleransi dalam hidup beragama dan bermasyarakat.