BeritaPolitikTana Toraja

7 Anggota Dewan Dapil Dua Tator Dikeluhkan Warga: Jangan Dipilih Lagi, Tidak Ada Kinerjanya

×

7 Anggota Dewan Dapil Dua Tator Dikeluhkan Warga: Jangan Dipilih Lagi, Tidak Ada Kinerjanya

Sebarkan artikel ini

Tujuh caleg petahana DPRD Tana Toraja Toraja Pemilu 2024 dari Dapil 2 (Mengkendek dan Gandangbatu Sillanan).

Ramapos.com – Kinerja tujuh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tana Toraja dari Dapil 2 yang meliputi Kecamatan Mengkendek dan Gandangbatu Sillanan (Gandasil) dikeluhkan konstituen. Pasalnya, masyarakat tidak akan memilih mereka di pemilihan legislatif (Pileg) 2024.

Sejumlah warga menyebut, itu lantaran tidak adanya pembangunan infrastruktur maupun pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang nampak hingga saat ini. Padahal, periode 7 anggota dewan itu tidak lama lagi akan berakhir.

Diketahui, 7 anggota dewan Dapil 2 Mengkendek dan Gandasil kembali mencalonkan sebagai Petahana di Pileg 2024 yakni, Ikal Paterson (PDIP) Nikodemus P Mangera (Golkar), Kendek Rante (Golkar), Johanis Lithang Tombilangi (NasDem), Leonardus Tallupadang (Gerindra), Drs Lita (Berkarya), Timotius Tumbu (PKPI).

“Sia-sia mereka didukung, tidak bisa berbuat untuk rakyatnya. Sudah mau habis lagi periodenya tapi tidak ada apa yang mereka buat, khususnya di Lembang Perindingan. Masa jalan rusak sudah puluhan tahun tidak bisa mereka perjuangkan,” kata salah seorang warga Perindingan, Gandasil, yang enggan disebut identitasnya kepada Ramapos, Kamis 18 Januari 2024, malam.

Salah satu keluhan warga lantaran jalan poros yang merupakan penunjang perekonomian tidak mendapat perhatian pemerintah dan anggota dewan.

Padahal, jalan poros Sillanan-Pa’buaran sudah puluhan tahun rusak parah. Kini, kondisinya kian bertambah parah namun tidak tersentuh pembangunan.

Atas hal itu, mereka menilai tidak ada kinerja dan upaya yang dilakukan 7 anggota dewan itu sebagai perwakilan rakyat yang ada di Dapil 2 Mengkendek- Gandasil.

“Sudah sekitar 12 tahun itu jalan tidak diperbaiki, padahal ada 7 anggota dewan dari Dapil II. Lembang Perindingan ini kan masuk dapil mereka. Berarti 7 anggota dewan ini tidak ada kinerjanya selama menjabat ataukah mereka memang tidak peduli terhadap kondisi yang ada di lembang ini,” ujarnya dengan nada kesal.

Mereka bahkan menyesalkan telah memberi dukungan karena termakan rayuan manis program pembangunan yang disampaikan caleg saat kampanye.

Karena itu, dia berharap warga tidak lagi terlena money politik dan bahasa kampanye para caleg pada Pileg 2024. Sehingga, anggota DPRD Dapil 2 betul-betul menjadi perpanjangan tangan masyarakat di pemerintahan.

“Kedepannya mau pemilihan, kita berharap masyarakat jelih dalam memilih perwakilan mereka, jangan sampai sama seperti periode lalu banyak yang datang kampanye tapi setelah naik tidak ada kinerjanya,” kata dia.

“Jangan hanya duduk enak di kursi empuk, sesekali turun ke lapangan melihat kondisi dan keluhan masyarakat lalu perjuangkan, itu baru namanya Dewan Perwakilan Rakyat,” pungkasnya.