BeritaHukum dan KriminalNasionalSuara RakyatTeknologiToraja Utara

KP GRD Geruduk DPRD dan PT Pertamina Tuntut Berantas Mafia BBM di Sulsel

×

KP GRD Geruduk DPRD dan PT Pertamina Tuntut Berantas Mafia BBM di Sulsel

Sebarkan artikel ini

KP GRD berunjuk rasa di Kantor DPRD dan PT Pertamina Regional 7 Sulsel menuntut pemberantasan mafia BBM di Sulsel

Ramapos.com, Makassar – Aktivis Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik (KP-GRD) berunjuk rasa di depan kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan PT Pertamina Regional tujuh Sulsel, Makassar, Kamis 20 Juni 2024. Mereka menuntut pemberantasan mafia BBM bersubsidi jenis solar di wilayah Sulsel.

Dalam aksi itu mereka membentangkan spanduk tuntutan bertuliskan “DPR & APH Lemah, Mafia Migas Semakin Kuat”.

Jenderal lapangan, Doni mengatakan permainan mafia BBM menyebabkan kelangkaan BBM bersubsidi solar di lingkungan masyarakat. Padahal BBM subsidi diperuntukkan bagi petani dan nelayan, namun disalahgunakan untuk keuntungan pribadi.

“Kelangkaan BBM bersubsidi jenis solar sudah terjadi berulang kali di kalangan masyarakat akibat permainan mafia BBM yang semakin meningkat di wilayah Sul-Sel,” kata Doni dalam orasinya.

“DPR dan aparat penegak hukum seolah tak berdaya dalam memberantas pelaku mafia migas,” jelasnya.

Usai berorasi secara bergantian di mobil komando, massa ditemui perwakilan DPRD Provinsi Sulsel, Andi Januar Jaury Dharwis. Dalam audiens tersebut, mereka mendesak DPRD Sulsel segera membentuk panitia khusus (Pansus) menginvestigasi kelangkaan BBM karena permainan mafia.

Sementara Andi Januar menyampaikan akan menyampaikan tuntutan demonstran ke Komisi D DPR untuk ditindaklanjuti. 

Usai di DPRD Sulsel, mereka berpindah ke kantor PT Pertamina Regional 7 Sulsel, Jalan Garuda melanjutkan aksinya. Massa mendesak Direktur PT. Pertamina secepatnya menindak tegas para pelaku mafia BBM.

“Kelangkaan BBM bersubsidi jenis solar di tengah masyarakat perlu menjadi perhatian khusus dari PT Pertamina Regional 7 Sulsel untuk melakukan evaluasi monitoring terhadap setiap SPBU yang ada di wilayah Sulsel. Sehingga distribusi BBM bersubsidi itu benar-benar sampai kepada masyarakat yang lebih membutuhkan,” pungkasnya.

“Direktur PT Pertamina Regional 7 Sul-Sel jangan bungkam dengan persoalan ini. Karena praktik mafia BBM bersubsidi telah merugikan keuangan negara dan juga masyarakat,” ucap Doni.

GRD juga mendesak pihak PT Pertamina Regional 7 Sulsel mengevaluasi boss William pemilik PT. Wisan Petro Energi dan Santo yang diduga menjadi otak dari bisnis mafia BBM tersebut.

“Kami juga meminta kepada PT Pertamina Regional 7 Sul-Sel untuk mengevaluasi PT. Wisan Petro Energi beserta pemiliknya yang diduga mengambil BBM bersubsidi jenis solar lalu memperjualbelikan ke industri besar secara ilegal,” pungkasnya.

Sebelum membubarkan diri, mereka menegaskan akan melakukan aksi lanjutan hingga tuntutan mereka terealisasi, yakni DPRD membentuk tim pansus untuk menginvestigasi mafia BBM.