BeritaMakaleNasionalSuara RakyatTana Toraja

MUI dan Ormas Islam Kecam Anggota DPRD Sulsel JRM Ajak Buka Puasa dengan Babi Guling

×

MUI dan Ormas Islam Kecam Anggota DPRD Sulsel JRM Ajak Buka Puasa dengan Babi Guling

Sebarkan artikel ini

MUI dan organisasi masyarakat (Ormas) Islam di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) pertemuan bahas dugaan penistaan agama oleh Anggota DPRD Sulsel, John Rende Mangontan.

Ramapos.com, Tana Toraja – Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ormas Islam di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, mengecam dugaan penistaan agama yang dilakukan anggota DPRD Sulsel, John Rende Mangontan.

Mereka menyesalkan Legislator Sulsel itu mengajak buka puasa dengan mengirim gambar babi guling di grup Whatsapp. Unggahan John Rende Mangontan yang akrab disapa JRM itu di grup wahtsapp Pilkada & Pileg Toraja 2024 pada Senin 18 Maret Pukul 15.05 wita.

Ketua MUI Tana Toraja, Kyai Haji Zainal Muttaqin mengatakan tindakan intoleran tersebut sangat melukai ummat muslim yang sementara menjalankan ibadah puasa bulan suci Ramadhan.

“Itu yang disesalkan oleh kita semua, karena dia seorang wakil rakyat di tingkat provinsi, dan dia juga seorang tokoh di Toraja dan membuat statement seperti itu, sangat menusuk dan sangat mencederai hati umat Islam khususnya,” ujarnya kepada wartawan di Masjid Raya Makale, Kelurahan Bombongan, seusai pertemuan dengan ormas Islam.

Unggahan Anggota DPRD Sulsel John Rende Mangontan di grup whatsapp ajak buka puasa dengan babi guling
Unggahan Anggota DPRD Sulsel John Rende Mangontan di grup whatsapp ajak buka puasa dengan babi guling

MUI dan Ormas Islam di Tana Toraja pasalnya melaporkan dugaan penistaan agama anggota dewan itu ke Polda Sulsel. Sebelum itu, mereka meminta JRM mengklarifikasi dan meminta maaf kepada umat Islam.

“Saya kira yang tidak setuju perbuatan wakil rakyat ini bukan cuma umat Islam saja tapi umat kristen juga banyak yang tidak setuju,” ujarnya.

“Supaya tidak terjadi lagi sebagaimana dikatakan teman-teman tadi, perlu ada sikap tegas MUI dan Ormas-Ormas Islam yang ada termasuk mungkin yang terakhir adalah melalui jalur hukum,” jelasnya.

Ditambahkan Advokat Muhammadiyah Tana Toraja, Asis Assan, sikap tegas MUI dan Ormas Islam bukan menyudutkan salah satu pihak namun mencegah kasus sama terulang kemudian hari.

“Apa yang dilakukan MUI kali ini supaya meredam dan tidak menjadi liar. Dikanalisasi daripada menjadi aksi jalanan apa semua dan terjadi gesekan. Ini supaya kita tertib,” ungkapnya.