BeritaHukum dan KriminalToraja Utara

Obrak-abrik Makam, Lima Remaja di Toraja Utara Disanksi Adat Setor Babi

×

Obrak-abrik Makam, Lima Remaja di Toraja Utara Disanksi Adat Setor Babi

Sebarkan artikel ini

Remaja obrak-abrio makam (patane) di Sopai Toraja Utara di sanksi adat bayar babi.

Ramapos.com, Toraja Utara РLima pelaku yang nekad mengobrak-obrik makam (patane) di Sopai, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, menjalani sanksi adat, Rabu 5 Juni 2024. Pelaku disanksi membayar denda berupa babi.

Kelima remaja pria yang masih di bawah umur tersebut masing-masing berinisial AY (14), YD (16), Al (16), IT (15) dan PS (16). Mereka dilaporkan

Pantauan Ramapos, ritual adat digelar di Dusun Kalintiong, Lembang Salu, Kecamatan Sopai. Ritual dipimpin oleh Ketua Dewan Adat Salu, Stepanus Bato’ Murru’.

Stepanus mengatakan, mereka dihukum mengurbankan hewan sebagai pembayaran denda adat karena perbuatan tercela yang telah mencederai adat dan tidak menghormati pihak keluarga almarhum.

“Sanksi kepada pelaku yakni memotong atau mengurbankan hewan (babi) di setiap patane (makam) yang dirusak karena pintu patane tidak boleh dibuka sembarang tanpa adanya kegiatan khusus misalnya renovasi atau pemakaman jenazah,” kata Stepanus kepada wartawan di lokasi, Rabu siang.

Stepanus mengungkap, ada tiga makam di dua lokasi yang diacak-acak para pelaku, yaitu Dusun Kalintiong dan Dusun Kata, Lembang Salu, Sopai. Ritual kata dia, akan digelar di tiga makam tersebut.

“Karena ada tiga patane yang diobrak-abrik maka ritual adat dilakukan di tiga lokasi. Selanjutnya, besok atau lusa di patane yang lain,” ujarnya.

Dia berharap tidak ada lagi kejadian serupa yang mencederai adat Toraja. Sebab menurutnya, pelecehan adat perbuatan tercela yang melukai seluruh warga Toraja.

“Sanksi adat sudah selesai dijalankan dan sudah aman, semoga tidak ada kejadian yang sama dan seruapa yang terjadi,” ujarnya.

Sebelumnya, peristiwa acak-acak makam ini viral di sosial media. Pebuatan tak terpuji itu dilakukan pada Sabtu 1 Juni 2024 namun baru diketahui keluarga pemilik patane keesokan harinya.

Dalam video beredar, tiga remaja itu sedang berada di dalam patane atau makam Toraja. Di dalamnya terdapat beberapa peti kayu berisi jenazah.

Tiga remaja itu terlihat sedang berusaha mengangkat dan menggeser peti. Bahkan, mereka berpura-pura menangis diselingi tawa.

Gembok patane dirusak. Sejumlah barang seperti koper dan tas terlihat berhamburan di luar Patane.