BeritaHukum dan KriminalMakaleNasionalTana Toraja

PT Inhutani dan KHBL Disebut Merusak Kawasan Hutan Toraja, Dewan Desak KPH Tindak Tegas

×

PT Inhutani dan KHBL Disebut Merusak Kawasan Hutan Toraja, Dewan Desak KPH Tindak Tegas

Sebarkan artikel ini

Rapat dengar pendapat (RDP) DPRD Tana Toraja dengan perusahaan penyadap getah pinus, PT Inhutani, KHBL, dan CV MLA.

Ramapos.com, Tana Toraja – DPRD Tana Toraja mendesak Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) menindak tegas PT Inhutani dan PT Kencana Hijau Bina Lestari (KHBL) yang dinilai merusak kawasan hutan Toraja.

Anggota Komisi tiga, Kristian HP Lambe mengatakan perusahaan pengelola getah pinus tersebut diduga tidak menerapkan standar operasional prosedur (SOP) sehingga menyebabkan pohon pinus di sejumlah wilayah konsesinya layu dan mati.

“KPH harus tegas kepada perusahaan sesuai perjanjian kerja sama dan melakukan pengawasan ketat terhadap perhutanan sosial yang dilakukan oleh kelompok tani,” kata Kristian kepada Ramapos seusai rapat dengar pendapat (RDP) dengan pihak pengelola getah pinus yakni PT Inhutani, PT KHBL, dan CV MLA, Selasa 28 Mei 2024.

Legislator Demokrat itu mengungkap, peninjauan yang dilakukan DPRD beberapa waktu lalu, ditemukan sejumlah pohon yang dikerok terlalu dalam. Selain itu, titik pengerokan pada satu pohon terlalu banyak dan di luar batas wajar.

Aktivitas penyadapan secara brutal ini dikhawatirkan menjadi pemicu longsor yang mengancam pemukiman di sekitar area tersebut, diantaranya Lembang Balepe dan Uluwai.

“Banyak laporan dari warga dan kita pernah tinjau langsung. Tidak main-main, banyak pohon yang dikerok terlalu dalam. Satu pohonnya juga dilobangi terlalu banyak makanya banyak pohon yang mati,” bebernya.

“Kalau dibiarkan dan banyak pohon mati, rawan terjadi longsor yang mengancam pemukiman penduduk. Karena pinus salah satu tanaman yang berperan penting mengatur siklus air,” jelasnya.

Dewan dua periode itu juga menyoroti penggunaan obat perangsang yang diduga menggunakan bahan kimia berbahaya. Kata dia, sumber mata air menjadi tercemar dan berbahaya untuk dikonsumsi.

“Kemarin ada kepala lembang menyoroti bahan kimia dipakai merangsang pohon pinus biar produksi getah meningkat. Itu sangat berbahaya karena dekat pemukiman, bisa mencemari sumber mata air,” ujarnya.

Diketahui, rapat dengar pendapat digelar untuk menindaklanjuti tuntutan demontrasi Anak Tiri Toraja Mendesak Janji untuk Keadilan.

DPRD menghadirkan pihak pemerintah yakni dinas lingkungan hidup (DLH) dan badan pendapatan daerah (Bapenda).