BeritaHukum dan KriminalMakaleTana Toraja

Rawan Picu Banjir, Satpol PP Tator Turunkan Alat Berat Bongkar Bangunan di Starda Makale

×

Rawan Picu Banjir, Satpol PP Tator Turunkan Alat Berat Bongkar Bangunan di Starda Makale

Sebarkan artikel ini

Satpol PP Tana Toraja turunkan alat berat bongkar bangunan di Starda Makale, Tana Toraja.

Ramapos.com, Tana Toraja – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengerahkan alat berat membongkar bangunan di bantaran sungai sekitar Starda dan Kamali, Kelurahan Kamali, Makale, Tana Toraja (Tator), Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa 11 Juni 2024.

Kepala Satpol (Kasatpol) PP Tana Toraja, Anthon Toding mengungkap pembangunan di sempadan sungai menyebabkan penyempitan daerah aliran sungai (DAS) sehingga rawan menyebabkan banjir.

“Tentunya pembongkaran kita lakukan karena upaya pencegahan banjir dinda. Banyak bangunan yang mengambil badan sungai sehingga sungai mengecil, kalau hujan pasti meluap dan menggenangi pemukiman warga,” ujarnya kepada Ramapos di lokasi, Selasa siang.

Anthon menuturkan, pihaknya telah menelusuri sejumlah lokasi bangunan yang dilaporkan melanggar. Diantaranya, bangunan Fajar Asia di Starda Baru dan Toko Karya Mandiri di Tambunan, Makale Utara.

“Iya sudah kita cek dinda dan memang tidak punya izin. Kalaupun punya izin pasti kita pertanyakan kenapa bisa, karena itu melanggar bagaimana bisa dikasih izin,” ujarnya.

Diketahui, pembongkaran bangunan di sekitar bantaran sungai menyusul tuntutan aliansi Anak Tiri Toraja Mendesak Janji untuk Keadilan beberapa waktu lalu.

Massa menuntut pemerintah daerah (Pemda) Tator bekerjasama pihak terkait menegakkan perda pembangunan sempadan sungai. Sebab, penyempitan DAS dinilai rawan memicu banjir lantaran tidak adanya daerah resapan air (DRA).