Hukum dan KriminalToraja Utara

Ritual Adat Mangriu’ Batu di Toraja Utara Ricuh, Gusti dan Yohanis Ditikam Badik

×

Ritual Adat Mangriu’ Batu di Toraja Utara Ricuh, Gusti dan Yohanis Ditikam Badik

Sebarkan artikel ini

Ritual Adat Mangriu Batu/Tarik Batu (Rangkaian Upacara Adat Rambu Solo/Kematian) di Lembang Buntu La’bo, Kecamatan Sanggalangi, Toraja Utara.

Ramapos.com – Dua pemuda di Kabupaten Toraja Utara Sulawesi Selatan (Sulsel), ditikam saat prosesi ritual adat mangriu’ batu (tarik batu) di Dusun Linda, Lembang Buntu La’bo, Kecamatan Sanggalangi. Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 17 Januari 2024.

Korban diketahui bernama Gusti (32) dan Yohanis (36). Mereka ditikam pelaku bernama Musa (40) menggunakan badik. Gusti mengalami luka tusuk di bagian pinggang, sementara Yohanis, luka sobek pada bagian dahi dan kepala.

Akibatnya korban harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

“Benar, kejadiannya kemarin. Pelaku penikaman sudah kita amankan, sedangkan korban sudah dirawat di rumah sakit,” kata Kasat Reskrim Polres Toraja Utara AKP Aris Saidy kepada Ramapos, Jumat, 19 Januari 2024

Dia menjelaskan, kejadian ini bermula saat proses Tarik Batu, rangkaian Upacara Adat Rambu Solo di Tongkonan Borong. Keluarga almarhum melaksanakan kegiatan Mangriu’ Batu yang akan di tempatkan di lokasi bernama Rante.

Namun, terjadi selisih paham antara rumpun keluarga pihak korban maupun pelaku. Kedua pihak sama-sama mengklaim lokasi Rante yang akan dijadikan tempat peletakan Batu Simbuang, sebagai lahan miliknya.

Sehingga, saat batu ditarik ke Rante, rumpun keluarga pihak korban menghalangi dan terjadilah keributan bahkan perkelahian.

“Karena permasalahan itu, terjadi pertengkaran hingga kontak fisik. Puncaknya saat pelaku mengeluarkan badik dan menikam korban di bagian pinggang. Selain itu, ada beberapa korban dari kedua belah pihak yang juga mengalami pemukulan,” ungkap Saidy.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 351 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara paling singkat 2 tahun dan paling lama 5 tahun.

“Pelaku sudah diamankan di Mapolres dan kita sangkakan pasal 351 KUHPidana tentang penganiayaan,” ujarnya.