Hukum dan KriminalMakaleTana Toraja

Sopir Angkot di Toraja Nyaris Perkosa Pemilik Warung Makan, Korban Diancam Pakai Pisau

×

Sopir Angkot di Toraja Nyaris Perkosa Pemilik Warung Makan, Korban Diancam Pakai Pisau

Sebarkan artikel ini

Unit Resmob sat reskrim Polres Tana Toraja menangkap sopir angkot pelaku percobaan pemerkosaan pemilik warung makan di Kelurahan Lemo Makale Utara.

Ramapos.com – Seorang sopir angkot di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) nyaris memperkosa wanita pemilik warung makan. Korban diancam akan dibunuh bersama anaknya menggunakan senjata tajam.

Aksi percobaan pemerkosaan itu terjadi di Jalan Poros Makale-Rantepao, tepatnya di Kelurahan Lemo Makale Utara, Jumat 26 Januari 2024, sekira pukul 22.00 Wita.

Atas aksi bejatnya, pelaku diringkus Unit Resmob Sat Reskrim Polres Tana Toraja dan kini mendekam di ruang tahanan untuk menjalani proses hukum.

“Benar. Pelaku berinisial OM alias PB profesi sebagai sopir angkot. Kita tangkap atas kasus percobaan pemerkosaan yang terjadi di wilayah Lemo,” kata Kasat Reskrim Polres Tana Toraja, AKP Sayid Ahmad, Sabtu 27 Januari 2024.

Ahmad mengungkapkan, awalnya pelaku datang di warung milik korban dan mengajak korban berbincang-bincang.

Saat korban mulai curhat, pelaku meraba-raba tubuh korban. Sadar dengan hal itu korban pun memberontak, namun pelaku mengancamnya menggunakan pisau.

“Korban memberontak tapi diancam menggunakan sebilah pisau dan diancam akan dibunuh bersama anaknya,” ujar Ahmad.

Namun, saat pelaku masuk ke dalam kamar mandi, korban langsung kabur bersama anaknya dan bersembunyi di rumah warga.

Keesokan harinya, korban kembali ke warung namun pelaku sudah tidak ada. Handphone miliknya juga hilang. Ia pun segera melapor ke polisi.

Polisi yang menerima laporan korban, kemudian melakukan penyelidikan. Alhasil pelaku berhasil ditangkap di Makale.

Polisi juga mengamankan barang bukti pisau yang digunakan pelaku mengancam korban serta handphone milik korban yang dicuri oleh pelaku.

“Setelah diperiksa ternyata pelaku ini residivis pidana pencurian. Dan setelah diinterogasj, dia mengakui perbuatannya ingin memperkosa korban,” kata Ahmad.

Ia dijerat Pasal 285 jo 53 KUHPidana dan atau 289 KUHPidana tentang percobaan pemerkosaan dengan acaman hukuman 7 tahun penjara.